Sejarah dan Fungsi Penahan Air Di Tepi Sungai

Banyak sungai – sungai yang memiliki jumlah debit air yang berlebihan dari kapasitas sungai itu sendiri. Apabila terkena tambahan air sedikit saja maka akan meluap kedaerah – daerah sekitar yang sering kita sebut banjir.

Tidak hanya sungai dengan debit air yang berlebih saja yang banjir, melainkan hampir semua sungai juga sering mengalami banjir, namun tidak sesering sungai yang memiliki debit air berlebih.

Oleh sebab itu manusia sejak zaman dahulu selalu berfikir bagai mana caranya untuk menahan luapan air sungai tersebut agar tidak membanjiri wilayah sekitaran bantaran sungai.

Tentang Penahan Air Di Tepi Sungai

Penahan air di tepi sungai atau yang juga kita sering sebut sebagai tanggul, kegunaanya adalah untuk menahan luapan debit air sungai atau air laut. Tanggul sendiri berupa tembok miring yang bisa terbuat secara alami maupun buatan tangan manusia, yang mana biasanya terbuat dari tanah dan seringkali dibangun sejajar dengan badan sungai.

Pembuatan tanggul yang paling umum adalah dengan menggunakan dak beton, karena kekuatan beton yang sudah diakui serta tidak mudah tergerus oleh arus air. Adapula pembangunan tanggul – tanggul darurat dengan menggunakan kantung – kantung yang diisi dengan pasir.

Fungsi

Tujuan utama pembuatan tanggul adalah untuk mencegah banjir dan menjaga luapan air sungai. Selain menjaga luapan air sungai, pengaplikasian tanggul juga dipergunakan ditempat lain tidak serta merta pada sungai saja.

Seperti bibir pantai dimana gundukan pasir yang menjaga bibir pantai tidak cukup kuat untuk membendung luapan air laut  sehingga dibuatlah tanggul, serta pembangunannya di sepanjang danau atau kerap disebut polder.

Tujuan pembuatan tanggul juga sebagai pembatas suatu area yang tergenang, serta perlindungan untuk militer.

Sejarah

Tanggul pertama kali dipergunakan pada era peradaban sungai Hindus, serta lebih dari 3000 tahun yang lalu saat peradaban Mesir kuno, yang mana sistem tanggul ini dibangun sepanjang 966Km disepanjang sungai Nil.

Membentang dari bendungan Aswan hingga ke delta Nil di pesisir Mediterania. Selain itu peradaban Mesopotamia dan juga peradaban Cina kuno yang telah mengaplikasikan sistem tanggul raksasa sejak lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *